Asidosis : Jenis, Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Asidosis

Posted on

Penyakit Asidosis – Asidosis merupakan kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi. Asidosis adalah proses peningkatan kadar asam di dalam darah atau jaringan tubuh lainnya. Dalam kata lain, terjadi proses peningkatan konsentrasi ion hidrogen. Istilah ini khususnya mengacu pada kadar asam di dalam plasma darah.

Baca Juga : Asam Urat

Jenis dan Penyebab Asidosis

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis asidosis yaitu asidosis metabolik dan respiratorik.

Penyebab asidosis metabolik adalah ketidakmampuan ginjal mengeliminasi asam berlebih dari dalam tubuh. Asidosis metabolik sendiri bisa dibagi lagi menjadi beberapa subkategori, di antaranya:

  • Asidosis diabetik. Biasanya kondisi ini terjadi pada penderita diabetes dengan kadar insulin atau keton yang tidak terkontrol.
  • Asidosis laktat. Biasanya kondisi ini terjadi ketika kandungan asam laktat di dalam tubuh sangat tinggi. Asidosis laktat dipicu karena konsumsi alkohol berlebih, penggunaan obat-obatan yang mengandung asam salisilat untuk jangka waktu panjang, atau kondisi medis, seperti hipoglikemia, gagal jantung, gagal ginjal, kanker, kejang, sepsis. Selain itu, asidosis laktat juga bisa terjadi ketika tubuh kekuarangan pasokan oksigen untuk waktu yang lama atau saat seseorang melakukan olahraga secara berlebihan.
  • Asidosis hiperkloremik. Biasanya kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan zat natrium bikarbonat. Hal ini terjadi ketika seseorang mengalami diare atau muntah-muntah untuk jangka waktu yang lama.
  • Asidosis tubulus renalis. Biasanya kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak dapat membuang asam melalui urine dan justru terkumpul di darah.

Asidosis respiratorik, yang disebut juga hiperkapnia asidosis atau asidosis karbon dioksida adalah kondisi yang terjadi ketika kadar karbon dioksida di dalam tubuh berlebih. Kondisi tersebut disebabkan oleh paru-paru yang tidak mampu membuang zat karbon dioksida yang diproduksi tubuh, sehingga tingkat keasaman darah dan cairan tubuh lainnya naik. Asidosis respiratorik bisa dipicu karena hal-hal berikut:

  • Penyakit pernapasan kronis, seperti asma.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Pneumonia.
  • Obesitas yang menyulitkan proses pernapasan.
  • Cedera dada.
  • Otot dada melemah.
  • Kelainan pada bentuk anatomi dada dan tulang belakang, seperti kyphosis.
  • Kelainan pada sistem saraf tubuh.
  • Apnea tidur.
  • Mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan sedatif melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Menggunakan obat-obatan sedatif bersama dengan konsumsi alkohol.

Baca Juga : Penyakit Diabetes

Ada dua jenis asidosis respiratorik, yaitu asidosis respiratorik akut dan kronis. Asidosis respiratorik akut adalah kondisi darurat dan harus cepat ditangani agar tidak membahayakan nyawa. Sedangkan asidosis respiratorik kronis bukan merupakan kondisi darurat dan terkadang dialami tanpa gejala. Hal ini dikarenakan tubuh dapat beradaptasi dengan asam yang berlebih, misalnya dengan memproduksi natrium bikarbonat untuk menyeimbangkan asam-basa. Namun, perlu diingat bahwa kondisi ini dapat menjadi akut jika tidak diobati.

Risiko terkena asidosis dapat meningkat ketika seseorang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat, menderita gagal ginjal, mengalami dehidrasi, atau keracunan obat.

Tanda dan Gejala Asidosis

Gejala dan tingkat keparahan yang dialami penderita asidosis akan berbeda sesuai dengan kondisi yang dialami. Berikut gejala asidosis metabolik, diantaranya yaitu:

  • Napas pendek dan cepat.
  • Sakit kepala.
  • Linglung.
  • Mual dan muntah.
  • Mudah merasa lelah atau mengantuk.
  • Nafsu makan menurun.
  • Denyut jantung meningkat.
  • Sakit kuning.
  • Bau nafas tercium seperti aroma buah (tanda asidosis diabetik).

Sedangkan gejala asidosis respiratorik diantaranya yaitu:

  • Mudah merasa lelah atau mengantuk.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Linglung.
  • Merasa gelisah.
  • Napas pendek.
  • Penglihatan buram.
  • Gejala seperti lesu, mengigau, hingga koma dapat terjadi apabila kondisi asidosis respiratorik tidak segera diobati.

Apabila penderita mengalami asidosis respiratorik kronis, gejala tidak selalu dirasakan. Tapi tanda-tanda seperti kehilangan ingatan, kesulitan tidur, dan perubahan perilaku dapat terjadi. Segera temui dokter jika merasakan gejala asidosis agar bisa segera ditangani.

Baca Juga : Trombofilia

Cara Mendiagnosis Asidosis

Agar dapat mendiagnosis asidosis, dokter akan menanyakan gejala, pemeriksaan fisik pasien dan juga riwayat kesehatan. Selain itu, akan dilakukan beberapa tes lanjutandi antaranya:

  • Tes darah. Analisa gas darah arteri bisa dilakukan untuk mengetahui kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Jenis tes darah lainnya adalah panel metabolik komprehensif untuk mengetahui seberapa baik fungsi ginjal dan juga untuk mengukur kadar asam (pH), kalsium, protein, gula, dan elektrolit.
  • Tes pemindaian melalui foto Rontgen dada dan tes fungsi paru.
  • Tes urine. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah kelebihan asam dalam tubuh dibuang melalui urine.

Pengobatan Asidosis

Pengobatan asidosis akan disesuaikan dokter berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Pada umumnya, penanganan asidosis dilakukan di rumah sakit. Dalam kasus asidosis hiprekloremik, biasanya dokter akan memberikan sodium bikabornat baik dalam bentuk oral atau cairan infus. Selain itu, sodium sitrat akan diberikan apabila penderita mengalami gagal ginjal.

Bagi penderita diabetes, insulin akan diberikan bersamaan dengan cairan infus untuk menyeimbangkan cairan asam. Sedangkan, bagi penderita asidosis laktik, suplemen bikarbonat, antibiotik, cairan infus, atau oksigen akan diberikan.

Apabila kondisi belum parah, proses detoksifikasi dapat dilakukan khususnya bagi pasien yang mengalami keracunan obat atau alkohol.

Pada kasus asidosis respiratorik, biasanya dokter akan memberikan obat diuretik untuk mengurangi penumbunan cairan di paru-paru dan jantung, atau menggunakan alat yang disebut continous positive airway pressure (CPAP) sebagai alat bantu pernapasan bagi penderita kelemahan otot paru lemah. Sedangkan penderita asidosis respiratorik kronis, umumnya dokter akan memberikan antibiotik, diuretik, kortikosteroid atau bronkodilator. Apabila kondisi pasien cukup parah, pemasangan ventilator mekanis akan dilakukan.

Perlu diingat, asidosis respiratorik akut adalah kondisi yang fatal dan pastikan segera ke rumah sakit jika mengalami sesak napas atau mengalami masalah paru-paru lainnya.

Baca Juga : Hematuria

Pencegahan Asidosis

Asidosis tidak bisa dicegah sepenuhnya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kondisi asidosis tidak memburuk, diantaranya seperti:

  • Berhenti merokok agar kesehatan paru-paru tidak terganggu.
  • Menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas.
  • Mengkonsumsi air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
  • Menggunakan obat-obatan sedatif atau obat lainnya sesuai saran dokter.
  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol, baik selama pengobatan dilakukan atau setelahnya.
  • Menjaga kadar gula darah dengan baik.

Komplikasi Asidosis

Apabila tidak segera diobati, penderita asidosis berpotensi mengalami komplikasi seperti:

  • Batu ginjal.
  • Gagal ginjal.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Keterlambatan dalam pertumbuhan.
  • Penyakit tulang.

Baca Juga : Hematochezia

Demikian artikel pembahasan tentang penyakit asidosis mulai dari pengertian, jenis, penyebab, gejala, diagnosa, pengobatan, pencegahan dan komplikasi penyakit asidosis secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.