Aspergillosis : Gejala, Jenis, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Penyakit Aspergillosis

Posted on

Penyakit Aspergillosis – Aspergillosis merupakan jenis penyakit yang disebabkan jamur aspergillus. Umumnya, penyakit yang disebabkan oleh aspergillus mempengaruhi sistem pernapasan tapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti kulit, mata dan sinus.

Baca Juga : Bronkiektasis

Kebanyakan jamur tidak berbahaya tapi ada juga beberapa jenis jamur bisa menimbulkan penyakit serius saat sporanya terhirup oleh penderita gangguan sistem kekebalan tubuh, penyakit paru atau asma.

Bagi penderita gangguan sistem kekebalan tubuh, usahakan untuk menjauhi sumber jamur seperti area konstruksi bangunan. Selain itu, disarankan gunakan masker.

Gejala dan Jenis Aspergillosis

Aspergillosis bisa menimbulkan gejala berbeda, tergantung dari jenis penyakitnya. Ada 3 jenis utama penyakit aspergillosis diantaranya yaitu:

  • Allergic bronchopulmonary aspergillosis, yaitu jenis aspergillosis yang disebabkan oleh alergi ketika menghirup partikel aspergillus. Biasanya, allergic bronchopulmonary aspergillosis menyerang penderita asma atau cystic fibrosis. Gejala allergic bronchopulmonary aspergillosis diantaranya demam, batuk berdahak atau batuk darah.
  • Chronic pulmonary aspergillosis atau aspergilloma, yaitu infeksi jangka panjang yang biasanya hanya berkembang pada penderita penyakit yang memiliki masalah pada paru-paru sebelumnya, seperti tuberkulosis atau penyakit paru obstruktif kronis. Gejala umum penyakit aspergilloma diantaranya sesak, mengi, berat badan turun, kelelahan, dan batuk darah.
  • Invasive pulmonary aspergillosis, yaitu jenis aspergillosis yang hanya menyerang penderita gangguan sistem kekebalan tubuh. Jamur aspergillus bisa menyebar ke aliran darah penderita, sehingga berisiko mematikan apabila tidak ditangani dengan cepat. Gejala umum invasive pulmonary aspergillosis diantaranya demam, menggigil, batuk darah, sesak, nyeri dada atau nyeri sendi, mimisan, wajah membengkak separuh.

Selain itu, ada juga tipe aspergillosis yang bisa menyerang bagian tubuh di luar paru-paru, misalnya sinus. Apabila menyerang sinus, maka gejala yang muncul diantaranya mimisan, demam, pilek, nyeri pada wajah, dan sakit kepala.

Baca Juga : Sporotrichosis

Penyebab Aspergillosis

Penyakit aspergillosis disebabkan oleh jamur aspergillus, jamur ini tidak dapat menular antar manusia. Jamur aspergillus dapat ditemukan di luar maupun di dalam ruangan. Di luar ruangan, jamur aspergillus bisa ditemukan pada dedaunan yang membusuk, tanaman, pohon dan padi-padian. Sedangkan di dalam ruangan, spora jamur ini bisa ditemukan di penyejuk ruangan, saluran pemanas ruangan, beberapa makanan dan juga rempah-rempah.

Pada manusia sehat, terpapar aspergillus tidak akan menimbulkan penyakit. Hal tersebut karena sistem kekebalan tubuh manusia bisa menghancurkan spora jamur tersebut. Akan tetapi, pada penderita gangguan sistem kekebalan tubuh, spora aspergillus akan menyerang paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

Faktor Risiko Aspergillosis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena aspergillosis diantaranya yaitu:

  • Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.
  • Memiliki jumlah sel darah putih rendah.
  • Memiliki rongga udara di paru (kavitas) yang terbentuk akibat radiasi atau penyakit paru lainnya seperti tuberkulosis dan sarkoidosis.
  • Menderita asma atau cystic fibrosis.
  • Menjalani terapi kortikosteroid dalam jangka panjang.

Cara Mendiagnosis Aspergillosis

Aspergillosis sulit didiagnosis dan metode pendeteksiannya berbeda-beda, bergantung pada jenisnya. Biasanya dokter biasanya akan menyarankan pasien yang diduga menderita aspergillosis untuk menjalani beberapa tes, seperti:

Baca Juga : Sistem Imunitas Dalam Tubuh

  • Tes pemindaian. Umumnya menggunakan foto Rontgen atau CT scan untuk melihat keberadaan fungus ball (aspergilloma) di paru-paru.
  • Tes dahak. Dokter akan mengambil sampel dahak pasien untuk diteliti adanya kandungan aspergillus.
  • Pemeriksaan darah dan jaringan. Untuk melihat antibodi, alergen, dan molekul jamur, serta membantu dokter mengidentifikasi allergic bronchopulmonary aspergillosis.
  • Bronkoskopi. Selang fleksibel panjang berkamera akan dimasukkan ke dalam paru-paru pasien melalui hidung atau mulut, untuk melihat keadaan dalam paru-paru. Dalam prosedur bronkoskopi bisa sekaligus dilakukan biopsi, yaitu pengambilan sejumlah jaringan paru-paru untuk dijadikan sampel dan diteliti. Umumnya, biopsi dilakukan untuk mendiagnosis invasive pulmonary aspergillosis.

Pengobatan Aspergillosis

Pengobatan aspergillosis beragam, tergantung dari jenis penyakit yang diderita pasien. Beberapa langkah pengobatan yang mungkin dilakukan dokter adalah:

  • Observasi. Penderita aspergiloma ringan dengan lesi tunggal terkadang tidak membutuhkan pengobatan, dan hanya perlu diobservasi secara rutin menggunakan foto Rontgen.
  • Obat antijamur. Pemberian obat antijamur merupakan cara penanganan standar untuk penderita invasive pulmonary aspergillosis. Walaupun begitu, obat-obatan ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, seperti kerusakan ginjal dan hati.
  • Obat kortikosteroid oral. Tujuan pemberian obat kortikosteroid oral adalah untuk mencegah bertambah parahnya asma atau cystic fibrosis yang diderita pasien aspergillosis. Biasanya, pemberian kortikosteroid oral ditujukan bagi penderita allergic bronchopulmonary aspergillosis.
  • Pembedahan. Ini merupakan pilihan utama pengobatan untuk kasus perdarahan pada paru akibat fungus ball, karena obat antijamur tidak dapat menembus aspergilloma dengan baik. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat fungus ball.
  • Embolisasi. Ahli radiologi akan memasukkan kateter kecil ke dalam pembuluh darah dan menyuntikkan zat untuk menyumbat aliran darah ke rongga paru tempat fungus ball berada. Hal ini dilakukan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi.

Baca Juga : Tinea Corporis

Komplikasi Aspergillosis

Apabila diabaikan atau tidak ditangani secara tepat, aspergillosis bisa menyebabkan komplikasi, diantaranya seperti:

  • Infeksi sistemik. Infeksi bisa menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain, seperti otak, jantung, dan ginjal.
  • Perdarahan. Penderita aspergillosis bisa mengalami perdarahan parah pada paru-paru.

Demikian pembahasan tentang penyakit aspergillosis, mulai dari gejala, jenis, penyebab, diagnosa, pengobatan dan komplikais aspergillosis. Semoga bemanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.