Chronic Venous Insufficiency (CVI) : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Chronic Venous Insufficiency (CVI)

Posted on

Chronic Venous Insufficiency (CVI) – Chronic Venous Insufficiency (CVI) atau insufisiensi vena kronis merupakan kondisi dimana fungsi yang tidak tepat dari katup vena di kaki, yang menyebabkan pembengkakan dan kulit berubah.

Baca Juga : Varises

Chronic venous insufficiency atau CVI adalah gangguan aliran darah di pembuluh darah balik (vena) tungkai. Kondisi ini akan membuat tungkai menjadi bengkak.

Pembuluh vena berfungsi mengalirkan darah kembali ke jantung, dengan bantuan katup-katup yang ada di sepanjang pembuluh vena. Pada penderita CVI, katup-katup tersebut tidak bekerja secara normal sehingga darah tidak mengalir dengan baik menuju jantung.

Biasanya, katup vena menjaga agar darah bergerak kembali menuju jantung.

Gejala CVI termasuk varises, pembengkakan, atau perubahan warna kulit pada kaki yang terkena. Apabila kondisi berlangsung, borok kaki bisa terbentuk.

Penanganan CVI termasuk memakai kaus kaki kompresi, mengangkat kaki, dan melembapkan kulit untuk mencegah retak. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk meningkatkan aliran darah.

Kondisi ini bisa menyebabkan darah menumpuk di dalam pembuluh vena tungkai dan cairan dalam darah akan merembes keluar dari pembuluh vena ke jaringan sekitarnya. Hal inilah yang mengakibatkan tungkai menjadi bengkak.

Kerusakan pada katup pembuluh vena bisa terjadi seiring bertambahnya usia dan dipicu oleh duduk atau berdiri terlalu lama.

Tanda dan Gejala Chronic Venous Insufficiency

Gejala CVI diantaranya yaitu:

  • Pembengkakan pada tungkai
  • Varises pada tungkai
  • Sakit di bagian betis yang terasa seperti ditekan dan diiringi rasa gatal
  • Munculnya nyeri pada tungkai pada saat berjalan dan hilang ketika beristirahat.
  • Kulit berubah menjadi gelap.
  • Muncul luka pada tungkai yang sulit diobati.
  • Muncul gerakan tiba-tiba pada tungkai, tanpa perintah (restless leg syndrome).

Apabila tidak ditangani dengan baik, CVI dapat menyebabkan pembuluh darah meradang atau bahkan pecah. Ketika pembuluh darah mengalami peradangan, kulit pada daerah tersebut akan tampak kemerahan. Kondisi ini bisa menyebabkan infeksi atau selulitis pada jaringan di sekitar pembuluh darah serta munculnya luka yang sulit diobati. Segera hubungi dokter jika tungkai bengkak, terutama jika terjadi setelah duduk atau berdiri terlalu lama.

Baca Juga : Tromboflebitis

Penyebab dan Faktor Risiko Chronic Venous Insufficiency

Penyebab rusaknya katup dalam pembuluh vena disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya seperti:

  • Proses penuaan.
  • Sering berdiri atau duduk dalam waktu yang lama.
  • Tumor daerah panggul.
  • Kelainan bentuk pembuluh darah.
  • Terbentuknya gumpalan akibat penyakit deep vein thrombosis (DVT).

CVI lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun, jarang berolahraga, mengalami obesitas, menderita hipertensi, atau perokok.

Cara Mendiagnosis Chronic Venous Insufficiency

Untuk mendiagnosis CVI, dokter akan menanyakan kejadian yang menimbulkan bengkak pada tungkai dan penyakit yang pernah atau sedang diderita pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • USG Doppler tungkai. Tujuanya untuk memeriksa kecepatan dan arah aliran darah pada Dokter akan menempelkan dan menekan alat USG ke tungkai penderita yang bengkak.
  • Venografi. Tujuannya untuk melihat kondisi pembuluh vena yang diduga mengalami CVI, dengan bantuan sinar R Dokter akan terlebih dahulu memasukkan zat pewarna khusus (kontras) ke dalam pembuluh darah. Setelah itu, baru dilakukan pemindaian dengan sinar Rontgen.
  • MRV (Magnetic Resonance Venography). Tujuannya untuk melihat kondisi pembuluh vena yang diduga mengalami CVI, dengan bantuan gelombang magnetik.

Baca Juga : Stretch Marks

Pengobatan Chronic Venous Insufficiency

Pada CVI yang ringan, dokter akan menganjurkan pasien untuk berolahraga secara rutin, menghindari duduk bersila dan menghindari posisi tungkai yang menggantung. Dokter juga akan meminta pasien untuk menggunakan stocking khusus. Stocking ini bernama stocking kompresi yang akan membantu melancarkan aliran darah pada tungkai sehingga pembengkakan tungkai dapat reda.

Apabila kondisi tidak membaik dengan pemakaian stocking, maka ada beberapa metode pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk meredakan CVI, yaitu:

Obat-obatan. Beberapa jenis obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi CVI diantaranya yaitu:

  • Obat pengencer darah, fungsinya untuk mencegah pembentukan gumpalan darah. Contohnya heparin, warfarin, atau rivaroxaban.
  • Obat diuretik, fungsinya untuk mengurangi cairan yang menumpuk di dalam tubuh. Contohnya furosemid.
  • Pentoxyfilline, yaitu obat untuk melancarkan aliran darah.

Skleroterapi. Skleroterapi dilakukan dengan cara menyuntikkan obat khusus ke dalam pembuluh vena untuk melukai dan menutup pembuluh vena tersebut. Pembuluh vena yang sudah tertutup akan diserap oleh tubuh, dan aliran darah akan melewati pembuluh vena lainnya.

Radiofrequency ablation atau RFA. Metode RFA dilakukan dengan bantuan selang kecil (kateter) dan sinar khusus untuk menutup pembuluh vena yang bermasalah agar darah tidak mengalir melalui pembuluh tersebut.

Pembedahan. Pada CVI yang cukup parah, dokter akan menyarankan operasi atau pembedahan. Tujuan dilakukan operasi pada CVI diantaranya yaitu:

Baca Juga : Nyeri Saraf

  • Memperbaiki pembuluh vena atau katup yang rusak.
  • Mengangkat pembuluh vena yang mengalami CVI.
  • Melakukan cangkok pembuluh vena baru (bypass vena), sehingga aliran darah tidak melewati pembuluh vena yang mengalami CVI.
  • Mengikat atau menutup pembuluh vena yang rusak.

Pencegahan Chronic Venous Insufficiency

Cara mencegah CVI bisa dilakukan dengan melakukan hal-hal berikut, diantaranya yaitu:

  • Olahraga teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama.
  • Menggerakkan tubuh secara rutin.
  • Menjaga berat badan ideal.

Komplikasi Chronic Venous Insufficiency

Ada beberapa komplikasi bisa terjadi akibat CVI diantaranya yaitu:

  • Deep vein thrombosis.
  • Emboli paru.
  • Luka pada tungkai (ulkus stasis).
  • Bertambah banyaknya pembuluh vena yang mengalami CVI.

Baca Juga : Epilepsi (Ayan)

Demikian artikel pembahasan tentang penyakit Chronic Venous Insufficiency (CVI) mulai dari pengertian, gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosa, pengobatan, pencegahan dan komplikasi Chronic Venous Insufficiency (CVI) secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.