Fetal Alcohol Syndrome : Pengertian, Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan Fetal Alcohol Syndrome

Posted on

Fetal Alcohol Syndrome (FAS) – Apa yang dimaksud dengan fetal alcohol syndrome? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian fetal alcohol syndrome, gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan dan pencegahan fetal alcohol syndrome secara lengkap.

Baca Juga : Tahap Perkembangan Janin Dalam Kandungan

Pengertian Fetal Alcohol Syndrome

Fetal Alcohol Syndrome (FAS) atau sindrom alkohol janin adalah kerusakan fisik dan mental pada anak akibat paparan alkohol saat dalam kandungan.

Fetal alcohol syndrome merupakan kelainan yang terjadi pada bayi akibat kebiasaan ibu mengonsumsi minuman beralkohol (kecanduan alkohol) selama masa kehamilan.

Tanda dan Gejala Fetal Alcohol Syndrome

Fetal alcohol syndrome bisa menyebabkan gejala berupa kelainan fisik, kemampuan intelektual dan kognitif serta perilaku sosial.

Gejala fisik

Gejala fisik yang muncul pada penderita FAS diantaranya yaitu:

  • Bentuk wajah yang tidak normal, seperti mata berukuran kecil, bibir atas yang sangat tipis, hidung yang pesek dan menengadah, dan tidak ada lekukan di atas bibir.
  • Lingkar kepala dan otak yang kecil.
  • Gangguan pendengaran atau penglihatan.
  • Kelainan bentuk sendi, lengan, tungkai, atau jari.
  • Gangguan pada jantung, ginjal, atau tulang.
  • Perkembangan fisik yang lambat, baik sebelum atau setelah dilahirkan.

Gejala intelektual dan kognitif

Gejala yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan intelektual disebabkan karena adanya gangguan pada otak dan sistem saraf pusat. Gejala yang muncul diantaranya:

  • Gangguan belajar, seperti sulit berpikir, berbicara, dan menghitung.
  • Mudah berganti mood atau suasana hati.
  • Sulit fokus dan memahami maksud dari sebuah informasi.
  • Hiperaktif.
  • Daya ingat yang buruk.
  • Gangguan pada pergerakan dan keseimbangan.
  • Mengalami kesulitan dalam penalaran dan memecahkan masalah.
  • Kesulitan mengenal konsekuensi akibat suatu keputusan.

Gejala Perilaku Sosial

Gejala perilaku sosial yang muncul pada penderita FAS, diantaranya yaitu:

  • Kemampuan bersosial yang buruk.
  • Sulit bergaul dengan orang lain.
  • Manajemen waktu yang buruk.
  • Mengalami kesulitan dalam mengontrol suatu perilaku.
  • Sulit fokus pada pekerjaan.
  • Kesulitan merencanakan dan bekerja untuk mencapai tujuan.
  • Mengalami kesulitan ketika harus mengganti satu pekerjaan ke pekerjaan lain.

Baca Juga : Kehamilan Kosong

Penyebab Fetal Alcohol Syndrome

Fetal alcohol syndrom disebabkan karena adanya alkohol pada aliran darah janin. Alkohol yang ada pada janin mengganggu pasokan oksigen dan nutrisi, sehingga menyebabkan perkembangan janin dalam kandungan menjadi tidak normal.

Kebiasaan ibu hamil mengkonsumsi alkohol selama masa kehamilan merupakan penyebab fetal alcohol syndrom ini. Selain itu konsumsi alkohol pada masa kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Berbeda waktu konsumsi alkohol selama masa kehamilan, maka berbeda pula risiko yang diterima.

Pada trimester awal. Konsumsi alkohol pada trimester awal bisa menyebabkan pertumbuhan bentuk wajah menjadi tidak normal dan memperlambat perkembangan janin di dalam kandungan.

Pada trimester kedua. Konsumsi alkohol pada tahap ini dapat menyebabkan anak memiliki IQ yang rendah, panjang dan berat badan yang tidak normal ketika dilahirkan, serta mengalami gangguan pada kemampuan kognitif seperti membaca dan menghitung.

Pada trimester ketiga. Konsumsi alkohol pada trimester ketiga dapat menyebabkan kelainan pada tinggi badan sejak lahir hingga dewasa.

Cara Mendiagnosis Fetal Alcohol Syndrome

Secara umum, gejala FAS tidak spesifik, dan sering kali mirip dengan gejala yang ditimbulkan oleh kondisi lain. Contohnya, daya ingat yang lemah juga terjadi pada penderita ADHD. Belum ada prosedur pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini secara pasti. Diagnosis dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat konsumsi alkohol pada ibu dan memeriksa tanda yang muncul pada anak setelah dilahirkan. Beberapa tanda yang diperiksa berupa:

  • Bentuk wajah dan tulang
  • Ukuran kepala
  • Grafik pertumbuhan
  • Penglihatan dan pendengaran
  • Kemampuan anak dalam bergerak
  • Kemampuan berbicara anak

Diagnosis juga dilakukan dengan menyingirkan kemungkinan penyebab lain. Misalnya, apabila anak berisiko memiliki kelainan gen yang diturunkan, dapat dilakukan pemeriksaan genetik, baik setelah dilahirkan atau sejak dalam kandungan.

Baca Juga : Penyebab dan Resiko Bayi Lahir Prematur

Pengobatan Fetal Alcohol Syndrome

Belum ada metode pengobatan khusus untuk mengatasi fetal alcohol syndrome. Meski demikian, penanganan dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya, sekaligus mencegah munculnya gejala tambahan lain.

Penanganan yang dilakukan harus disesuaikan dengan gejala FAS yang muncul. Salah satunya dengan pemberian obat golongan antiaritmia, seperti amiodarone atau lidocaine, fungsinya untuk membantu pasien FAS yang mengalami gangguan irama jantung. Pembedahan juga bisa dilakukan bagi pasien yang mengalami gangguan penglihatan, misalnya katarak.

Pada pasien FAS yang mengalami gangguan kognitif dan intelektual, peran orang tua sangat penting dalam tumbuh kembangnya. Misalnya jika anak mengalami kesulitan dalam belajar, akan lebih baik jika orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah anak berkebutuhan khusus, agar anak bisa mengembangkan kemampuannya.

Anak yang mengalami gangguan perilaku perlu disikapi dengan benar. Maka lakukan hal-hal berikut ini:

  • Pahami kekuatan dan keterbatasan anak.
  • Terapkan jadwal harian.
  • Buatlah aturan yang sederhana.
  • Gunakan kalimat yang singkat dan jelas dalam menyampaikan maksud.
  • Berikan pujian atau hadiah untuk mengapresiasi perilaku yang baik.
  • Berikan pelajaran tentang kehidupan sehari-hari dan bersosial.
  • Jaga keamanan anak dari lingkungan atau orang yang dapat memperburuk kondisi.

Gejala yang berkaitan dengan bentuk fisik dan mental bisa dialami penderita FAS seumur hidup. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan metode penanganan yang tepat untuk meredakannya.

Pencegahan Fetal Alcohol Syndrome

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya kondisi fetal alcohol syndrome adalah dengan tidak mengkonsumsi alkohol selama hamil. Berikut cara mencegah fetal alcohol syndrome, diantaranya yaitu:

  • Menghindari kegiatan atau kondisi yang dapat memicu munculnya keinginan untuk mengkonsumsi alkohol.
  • Ikut serta dalam grup atau komunitas yang memiliki keinginan dan permasalahan yang sama.
  • Perlu diingat, tidak ada jumlah aman dalam mengkonsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan.

Baca Juga : Kehamilan Ektopik

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian fetal alcohol syndrome, gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan dan pencegahan fetal alcohol syndrome secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.