Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) : Pengertian, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, Macam dan Cara Mengobati Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Posted on

Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) – Apa yang dimaksud dengan gangguan obsesif kompulsif (obsessive compulsive disorder atau OCD)? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian gangguan obsesif kompulsif, penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, macam dan perawatan gangguan obsesif kompulsif secara lengkap.

Baca Juga : Agoraphobia (Takut Keramaian)

Pengertian Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Gangguan obsesif kompulsif (obsessive compulsive disorder atau OCD) adalah bentuk gangguan kecemasan yang ditandai adanya suatu obsesi yang mendorong seseorang untuk melakukan aksi tertentu secara berulang (kompulsi). Tindakan kompulsif ini dilakukan untuk mengurangi rasa cemas yang muncul dari pikirannya sendiri.

Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Jika tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Gangguan obsesif kompulsif (OCD) adalah pikiran berlebihan (obsesi) yang menyebabkan perilaku repetitif (kompulsi).

Gangguan obsesif kompulsif ditandai dengan pikiran tak masuk akal dan ketakutan (obsesi) yang menyebabkan perilaku kompulsif.
OCD sering berpusat pada suatu motif, misalnya takut kuman atau kewajiban mengatur benda dalam pola tertentu. Biasanya gejala ini dimulai bertahap dan bervariasi sepanjang hidup. Perawatan termasuk terapi bicara, obat-obatan atau keduanya.

Penyebab dan Faktor Risiko OCD

Penyebab OCD belum diketahui secara pasti, tapi ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami OCD diantaranya yaitu:

  • Menderita gangguan mental
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita OCD
  • Pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan.

Baca Juga : Kleptomania

Gejala Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Gejala OCD adalah gangguan pikiran yang menimbulkan rasa cemas atau takut terus menerus dan perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan kecemasan tersebut. Sebagai contoh, penderita OCD yang takut terkena penyakit, akan mencuci tangan secara berlebihan.

Seseorang yang memiliki gangguan obsesif kompulsif biasanya mengalami gejala seperti:

  • Adanya suatu obsesi berupa pikiran, ide, gambaran, atau dorongan yang tidak diinginkan, namun tetap muncul secara berulang. Obsesi ini menimbulkan rasa cemas atau emosi negatif lainnya, misalnya rasa jijik. Contohnya kecemasan berlebihan terhadap kebersihan, keamanan atau simetri (tentang bentuk dan ukuran).
  • Menyadari bahwa obsesi dan kekhawatirannya tidak logis, namun tidak dapat menghentikan pemikiran atau rasa cemas tersebut.
  • Melakukan aksi tertentu secara berulang untuk meredakan kecemasannya. Contohnya adalah mencuci tangan, memeriksa kunci pintu, mengatur posisi barang-barang tertentu, atau mengatakan suatu kalimat secara berulang.
  • Rasa tenang yang diperoleh hanya bersifat sementara, dan rasa cemas akibat obsesi yang sama akan muncul kembali.
  • Tindakan kompulsif yang dilakukan secara berulang pada akhirnya mengganggu produktivitas dan kehidupan penderita.

Macam Macam Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Terdapat 5 jenis OCD dan tidak semuanya tentang kebersihan, diantaranya yaitu:

Takut Kontaminasi

Ketakutan atau obsesi utama penderita OCD ini adalah sesuatu yang kotor atau terkontaminasi bisa menyebabkan bahaya, penyakit atau bahkan kematian bagi penderita atau orang di dekatnya.

Baca Juga : Bulimia

Ingin Periksa Ulang

Penderita OCD ini memiliki kebutuhan untuk selalu memeriksa ulang bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Bukan hanya pada benda, tapi juga dengan perkataan atau perasaan orang lain. Tidak heran penderita OCD ini selalu takut orang tersinggung atau melakukan hal yang tidak disukai orang lain, dan selalu mengecek ulang pada orang tersebut.

Senang Keteraturan

Orang yang menderita OCD ini harus mengatur ulang objek berulang kali hingga mereka benar-benar merasa sempurna. Untuk itu, penderitanya kadang disebut sebagai organizer karena mereka menginginkan semua hal sempurna pada tempatnya.

Berpikir Intrusif

OCD ini membuat penderitanya selalu berpikir intrusif atau pemikiran negatif yang mengganggu, bisa mengenai kekerasan, seks, atau agama. Misalnya, mereka percaya dosa tidak akan diampuni Tuhan dan akan masuk neraka, sehingga untuk mencegahnya malah melakukan hal yang tidak masuk akal seperti melukai orang yang dianggap berdosa.

Hoarding

OCD ini membuat orang senang menimbun barang apapun bahkan yang sudah tidak bisa digunakan. Untuk kasus yang parah, penderita OCD ini akan ‘terperangkap’ dalam barang-barang yang ditimbun di rumah atau kamarnya.

Pengobatan OCD

Pengobatan OCD bertujuan untuk mengendalikan gejala yang muncul, sehingga metode yang dilakukan tergantung kepada tingkat keparahan gejala. Metode pengobatan bagi penderita OCD dapat berupa terapi perilaku kognitif, pemberian obat antidepresan, atau kombinasi dari kedua metode tersebut. Pada beberapa penderita, pengobatan perlu dilakukan seumur hidup.

Baca Juga : Tremor

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian gangguan obsesif kompulsif, penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, macam dan perawatan gangguan obsesif kompulsif secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.