Herniasi Otak : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Penyakit Herniasi Otak

Posted on

Penyakit Herniasi Otak – Herniasi otak merupakan kondisi ketika jaringan otak dan cairan otak (cerebrospinal fluid) bergeser dari posisi normalnya. Kondisi ini dipicu oleh pembengkakan otak akibat cedera kepala, stroke, atau tumor otak. Herniasi otak merupakan kondisi darurat yang sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Baca Juga : Encephalomalacia (Pelunakan Otak)

Jenis Herniasi Otak

Herniasi otak dapat dibedakan menjadi tiga jenis, berdasarkan letak bergesernya jaringan otak, yaitu:

Subfalcine. Pada kondisi ini, jaringan otak bergerak ke bawah lapisan yang disebut falx cerebri. Subfalcine adalah jenis herniasi otak yang paling sering terjadi.

Transtentorial. Ada 2 jenis herniasi subfalcine, diantaranya:

  • Descending transtentorial, yaitu kondisi ketika uncal (bagian dari otak bagian samping) bergeser ke area posterior fossa (bagian belakang otak).
  • Ascending transtentorial, yaitu kondisi otak kecil dan batang otak yang naik ke atas, melewati tentorium cerebelli (bagian yang memisahkan otak kecil dan otak besar).

Cerebellar tonsillar. Herniasi ini terjadi ketika cerebellar tonsil (bagian bawah dari otak kecil) bergeser ke bawah, melewati foramen magnum (lubang di bagian bawah tengkorak, yang menghubungkan otak dan tulang belakang).

Selain itu, herniasi otak juga dapat terjadi melalui lubang di tengkorak, yang dibuat saat operasi otak.

Baca Juga : Abses Otak

Tanda dan Gejala Herniasi Otak

Herniasi otak adalah kondisi yang sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Berikut gejala-gejala umum herniasi otak, diantaranya yaitu:

  • Pingsan.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Tubuh terasa lemah.
  • Denyut nadi tidak beraturan.
  • Kejang.
  • Kehilangan refleks tubuh.
  • Hilangnya refleks batang otak, seperti respons pupil terhadap cahaya dan kedipan mata.
  • Henti jantung.
  • Henti napas.

Baca Juga : Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

Penyebab dan Faktor Risiko Herniasi Otak

Herniasi otak disebabkan oleh pembengkakan di dalam otak. Pembengkakan tersebut menekan dan menggeser jaringan otak dari posisi normalnya. Herniasi otak bisa dipicu oleh beberapa kondisi, diantaranya seperti:

  • Cedera kepala.
  • Perdarahan di otak.
  • Stroke.
  • Tumor otak.
  • Abses (kumpulan nanah) di otak, akibat infeksi bakteri atau jamur.
  • Hidrosefalus (penumpukan cairan dalam otak).
  • Prosedur bedah otak.
  • Kelainan pada struktur otak yang disebut malformasi Chiari.
  • Penyakit pembuluh darah, seperti aneurisma otak.

Cara Mendiagnosis Herniasi Otak

Untuk dapat mendiagnosis herniasi otak, dokter akan menjalankan pemeriksaan foto Rontgen pada area kepala dan leher pasien. Metode pemeriksaan lain yang bisa dilakukan diantaranya CT scan dan MRI. Tes pencitraan tersebut bisa membantu dokter melihat kondisi bagian dalam kepala. Jika dokter menduga ada abses di dalam otak, pasien akan diminta menjalani tes darah.

Baca Juga : Kanker Otak

Pengobatan Herniasi Otak

Pengobatan herniasi otak bertujuan untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan dalam otak, berikut ini beberapa metode pengobatan herniasi otak diantaranya:

Endoskopi ventrikulostomi. Endoskopi ventrikulostomi bertujuan untuk mengeluarkan cairan otak melalui lubang yang telah dibuat di dasar otak.
Kraniektomi. Prosedur ini adalah bedah pengangkatan bagian tengkorak kepala, di dekat area yang mengalami pembengkakan. Tujuan dilakukan prosedur ini adalah untuk menurunkan tekanan dalam otak, yang jika dibiarkan akan memicu kerusakan otak permanen.

Selain itu, metode pengobatan herniasi otak yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  • Bedah, tujuannnya untuk mengangkat tumor, bekuan darah, dan abses.
  • Pemberian obat penenang, antikejang, atau antibiotik.
  • Pemberian kortikosteroid, tujuannya untuk mengurangi pembengkakan.
  • Intubasi endotrakeal atau selang bantu pernapasan, tujuannya untuk menurunkan kadar karbondioksida dalam darah.
  • Obat diuretik osmotik, seperti pemberian manitol atau cairan hipertonik, tujuanntya untuk mengurangi cairan di jaringan otak.

Baca Juga : Gegar Otak (Konkusio Otak)

Komplikasi Herniasi Otak

Herniasi otak yang tidak segera ditangani, akan sangat membahayakan dan dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Kerusakan otak permanen.
  • Koma.
  • Henti jantung.
  • Mati batang otak.
  • Kematian.

Demikian pembahasan tentang penyakit herniasi otak mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosa, pengobatan dan komplikasi penyakit herniasi otak. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.