Hirsutisme : Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Hirsutisme

Posted on

Penyakit Hirsutisme – Hirsutisme merupakan kondisi dimana pertumbuhan rambut pola pria yang tak diinginkan pada wajah, dada atau punggung wanita.

Hirsutisme disebabkan karena kelebihan hormon pria yaitu androgen. Kondisi ini bisa terjadi dengan kondisi medis tertentu juga bisa diwariskan.

Hirsutisme menghasilkan jumlah berlebih rambut kaku dan berpigmen pada area tubuh yang biasanya tumbuh rambut, termasuk wajah, dada, dan punggung.

Baca Juga : Cara Mengatasi Rambut Bercabang

Penanganan hirsutisme dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau bisa juga dihilangkan dengan melakukan elektrolisis atau terapi laser.

Hirsutisme atau rambut berlebih adalah kondisi dimana seorang memiliki banyak rambut yang tumbuh di tempat-tempat yang tidak pada biasanya. Misalnya, pada wanita tumbuh rambut yang terletak hanya untuk laki-laki, seperti rambut di bibir atas (kumis), dagu (jenggot), dada, perut, atau punggung. Rambut sering tumbuh gelap dan kasar, bukannya rambut yang lembut dan bercahaya, yang menutupi sebagian besar tubuh. Sekitar 5 persen wanita di Amerika Serikat memiliki hirsutisme.

Penyebab Hirsutisme

Hirsutisme sering disebabkan oleh gen, hormon, atau obat.

Gen

Terkadang, hirsutisme menurun dalam keluarga, apabila ibu atau saudara perempuan memilikinya, maka lebih mungkin untuk mengalaminaya. Umumnya, kondisi ini terjadi pada orang dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Mediterania.

Hormon

Banyak kondisi yang terkait dengan tingginya kadar hormon laki-laki atau hormon androgen. Tubuh perempuan memang normal memproduksi hormon ini tapi dalam tingkat rendah dan tidak menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih. Akan tetapi, pada saat jumlah produksi androgen terlalu tinggi maka menyebabkan hirsutisme dan hal lain seperti jerawat, suara berat dan payudara kecil.

Kadar hormon laki-laki tinggi dan hirsutisme sering terjadi pada wanita yang memiliki:

Polycystic ovary syndrome, ini merupakan kondisi yang disebabkan kista kecil, atau kantung berisi cairan pada ovarium.
Sindrom Cushing, yaitu konsisi yang didapatkan ketika seseorang memiliki penekanan kadar hormon kortisol untuk jangka waktu yang lama
Tumor di kelenjar adrenal (yang membuat hormon seperti kortisol) atau tumor di ovarium.
Obat. Beberapa obat bisa mengubah kadar hormon dalam sistem, sehingga tumbuh rambut yang tidak diinginkan pada wajah atau tubuh. Hal ini bisa terjadi dengan:

  • Obat yang mengandung hormon, seperti steroid anabolik
  • Obat yang memacu pertumbuhan rambut, seperti Rogaine (minoxidil)
  • Obat yang disebut Danocrine (danazol) untuk endometriosis, saat jaringan yang melapisi rahim tumbuh di luar rahim.

Tanda dan Gejala Hirsutisme

Hirsutisme berupa rambut tubuh kaku dan gelap, muncul di bagian tubuh wanita yang tidak biasanya memiliki rambut terutama wajah, dada dan punggung. Pada saat kadar androgen yang terlalu tinggi menyebabkan hirsutisme, seiring waktu tanda lain mungkin berkembang yang disebut dengan proses virilisasi. Hal yang termasuk tanda-tanda virilisasi diantaranya yaitu:

Baca Juga : Cara Mengatasi Rambut Rontok

  • Suara yang memperdalam.
  • Balding atau rambut rontok.
  • Jerawat.
  • Ukuran payudara menurun.
  • Peningkatan massa otot.
  • Pembesaran klitoris.

Perawatan Hirsutisme

Cara menghilangkan rambut berlebih atau hirsutisme bisa dilakukan dengan melakukan perawatan berupa:

Penurunan berat badan. Apabila berat badan berlebih lalu berusaha menurunkannya, maka tubuh akan membuat produksi hormon laki-laki lebih sedikit, sehingga rambut tumbuh lebih sedikit pada wajah atau tubuh.

Cukur. Menghilangkan rambut yang tidak diinginkan dengan mudah dengan pisau cukur atau alat cukur listrik. Kalian bisa mencukur setiap hari untuk menghindari pertumbuhan janggut.

Mencabut rambut. Mencabut rambut dapat dilakukan dengan menggunakan pinset atau menyewa seseorang untuk menggunakan “benang” strand ketat dan mencabuti setiap rambut yang tidak diinginkan. Metode pencabutan rambut ini bisa menyebabkan rasa sakit dan kemerahan.

Waxing. Cara menghilangkan banyak rambut yang tidak diinginkan hingga ke akar dengan menggunakan wax. Wax ditempelkan pada kulit lalu ditarik dengan cepat. Waxing dapat menyebabkan rasa sakit dan kemerahan.

Krim. Beberapa krim memiliki bahan kimia yang kuat disebut obat perontok. Oleskan krim dan dibiarkan sementara waktu, lalu bersihkan, rambut rontok bersamaan dengan luruhnya krim. Krim ini bisa menyebabkan iritasi jika kulit sensitif, sehingga uji dulu dengan mengoleskan krim di area kecil kulit sebelum menggunakan satu di area kulit yang luas.

Elektrolisa. Menghilangkan rambut bisa dilakukan dengan elektrolisis. Ini merupakan layanan mahal yang merontokkan rambut hingga ke akar dengan arus listrik. Setelah diulangi proses beberapa kali, rambut akan berhenti tumbuh di daerah yang dirawat.

Laser Hair Removal. Panas dari sinar laser dapat menghilangkan rambut, namun proses ini harus dilakuan beberapa kali, dan terkadang rambut bisa tumbuh kembali. Sasaran pencabutan rambut hingga ke akar, sehingga menyakitkan dan dapat merusak memberikan bekas luka pada kulit Anda.

Obat. Dokter dapat meresepkan obat yang mengubah cara tubuh untuk menumbuhkan rambut. Tapo saat berhenti menggunakan obat, maka rambut akan tumbuh kembali. Obat tersebut diantaranya yaitu:

  • Pil KB, ini membuat tubuh memproduksi hormon laki-laki lebih sedikit. Dengan penggunaan biasa, maka rambut yang tumbuh lebih sedikit pada wajah atau tubuh.
  • Anti-androgen blocker, ini membantu tubuh dalam memproduksi dan menggunakan lebih sedikit hormon laki-laki sehingga rambut berkurang pertumbuhannya dari waktu ke waktu.
  • Vaniqa (eflornithine) adalah krim wajah yang memperlambat pertumbuhan rambut di mana krim ini dioleskan.

Baca Juga : Cara Memanjangkan Rambut Alami

Demikian artikel pembahasan tentang penyakit hirsutisme, mulai dari pengertian, gejala dan cara merawat hirsutisme secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.