Insomnia : Jenis, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia

Posted on

Penyakit Insomnia (Sulit Tidur) – Insomnia merupakan masalah sulit tidur dan sulit tidur nyenyak yang berkelanjutan.

Pengertian insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur atau tidak cukup tidur, walaupun memiliki cukup waktu untuk melakukannya. Gangguan tidur ini menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Baca Juga : Narkolepsi (Serangan Tidur)

Sebagian besar kasus insomnia terkait dengan kebiasaan kurang tidur, depresi, kecemasan, kurang olahraga, penyakit kronis, atau obat-obatan tertentu.

Gejala insomnia mungkin termasuk kesulitan untuk tertidur atau tetap tertidur dan tidak merasa cukup beristirahat.

Cara mengatasi insomnia yang bisa dilakukan adalah untuk memperbaiki kebiasaan tidur, terapi perilaku, dan identifikasi dan penanganan penyebab yang mendasari. Obat tidur juga bisa digunakan, namun efek sampingnya harus dipantau.

Kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi kualitas hidup, serta kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tidur yang tidak cukup akan menyebabkan gangguan fisik dan mental. Pada umumnya, butuh 8 jam tidur dalam sehari untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Jenis Insomnia

Ada dua tipe insomnia yakni insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer adalah insomnia yang tidak terkait dengan kondisi medis lain. Sedangkan insomnia sekunder adalah insomnia yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, seperti radang sendi, asma, depresi, kanker, atau refluks asam lambung (GERD). Insomnia sekunder juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan atau alkohol.

Tanda dan Gejala Insomnia

Gangguan tidur atau insomnia ditandai dengan sulit tidur atau tidur yang tidak nyenyak. Akibatnya, penderita insomnia akan mudah marah dan depresi. Gejala tersebut juga bisa memicu gejala lain seperti:

  • Mengantuk pada siang hari.
  • Mudah lelah.
  • Sulit fokus.

Sulit tidur bisa membuat penderita insomnia kurang konsentrasi, sehingga berisiko mengalami kecelakaan. Insomnia juga bisa menurunkan daya ingat dan gairah seks dan menimbulkan gangguan fisik dan mental.

Lebih lengkapnya, gejala insomnia diantaranya yaitu:

  • Kesulitan tidur di malam hari.
  • Sering terbangun di tengah malam atau bangun sangat pagi.
  • Bangun tidur dengan tubuh yang lelah.
  • Mengantuk dan kelelahan di siang hari.
  • Lekas marah, depresi, atau cemas/gugup.
  • Masalah dalam memperhatikan, sulit fokus pada tugas dan sulit mengingat.
  • Sakit kepala dan kepala terasa tegang.
  • Rasa tertekan di perut dan usus.
  • Kekhawatiran tentang tidur.

Baca Juga : Cara Mengatasi Insomnia

Penyebab dan Faktor Risiko Insomnia

Insomnia dapat dialami oleh siapa saja tapi lebih berisiko pada lansia dan seseorang dengan gangguan kesehatan. Umumnya, penyebab insomnia diantaranya yaitu:

Stres
Semua hal yang Anda khawatirkan dalam hidup Anda, seperti pekerjaan, sekolah, kesehatan, atau keluarga dapat membuat pikiran Anda terlalu aktif untuk tidur di malam hari.

Pengaruh obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat yang menyebabkan gangguan tidur diantaranya antidepresan, corticosteroid, obat untuk hipertensi dan jenis obat lainnya.

Kondisi medis lainnya
Ada banyak penyakit yang bisa menyebabkan sulit tidur, diantaranya penyakit kronis (fibromyalgia dan arthritis), kesulitan bernapas (GERD dan heartburn) atau sering buang air kecil (diabetes dan nokturia)

Kebanyakan makan
Makan banyak sebelum tidur akan membuat merasa tidak nyaman secara fisik saat berbaring, sehingga sulit untuk tidur. Selain itu juga bisa mengalami mulas karena naiknya aliran asam dan makanan lambung ke kerongkongan setelah makan.

Kafein dan alkohol
Minuman yang mengandung kafein dapat membuat lebih waspada. Akibatnya, akan menyebabkan kesulitan untuk memejamkan mata jika diminum pada sore atau malam hari. Sedangkan alkohol mencegah tahapan yang lebih dalam dari tidur dan sering menyebabkan terbangun di tengah malam.

Kecemasan
Sama seperti stres, rasa cemas dan takut akan membuat tidak tenang. Pada kondisi ini, otak akan aktif karena memikirkan berbagai macam hal, contohnya kemungkinan buruk yang akan terjadi dan dapat mengganggu tidur.

Kebiasaan tidur yang buruk
Kebiasaan tidur yang buruk sering kali membuat kekurangan tidur. Ini bisa terjadi akibat bermain ponsel atau melakukan beberapa kegiatan fisik sebelum waktu tidur, lingkungan tidur yang tidak nyaman.

Depresi.
Gaya hidup tidak sehat.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan insomnia, diantaranya yaitu:

  • Jenis kelamin. Perubahan hormon selama siklus menstruasi dan menopause, menimbulkan gejala hot flashes dan keringat di malam hari sehingga menyebabkan gangguan tidur.
  • Umur. Insomnia meningkat seiring dengan peningkatan usia.
  • Masalah mental. Gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, dan gangguan stres pasca trauma bisa menyebabkan gangguan tidur.
  • Pekerjaan. Jika pekerjaan mengharuskan bekerja di malam hari atau sistem shift dapat meningkatkan risiko terkena insomnia karena jam biologis tubuh mengalami perubahan.
  • Perjalanan. Jet lag dari bepergian melintasi beberapa zona waktu bisa menyebabkan insomnia.

Baca Juga : Bahaya Insomnia

Pencegahan Insomnia

Cara mencegah insomnia bisa dilakukan dengan cara:

  • Hindari banyak makan dan minum sebelum tidur.
  • Hindari atau batasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.
  • Usahakan aktif di siang hari agar terhindar dari tidur siang.
  • Jangan merokok.
  • Jaga kenyamanan kamar tidur, dan usahakan hanya masuk ke dalamnya bila ingin tidur.

Pengobatan Insomnia

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi insomnia diantaranya yaitu:

Pemberian obat
Jika cara ini tidak membantu, dokter dapat merekomendasikan obat untuk membantu Anda lebih relaks dan tidur. Anda dapat diresepkan pil tidur seperti zolpidem (Ambien), eszopiclone (Lunesta), zaleplon (Sonata), melatonin, atau Ramelteon (Rozerem) untuk membantu Anda tidur.

Namun, obat-obatan tidur yang dianggap sebagai pilihan terakhir, sehingga Anda perlu memastikan mana obat yang dapat digunakan jangka pendek dan mana yang dapat digunakan untuk waktu yang lama.

Dokter juga dapat memberikan obat tidur non-resep. Obat ini mengandung antihistamin yang dapat membuat Anda mengantuk tetapi juga dapat menyebabkan efek samping. Selain obat untuk membantu tidur, Anda akan diberi obat untuk mengelola penyakit medis lain yang mendasarinya.

Terapi perilaku kognitif

Beberapa terapi yang direkomendasikan untuk mengatasi gangguan tidur ini, diantaranya yaitu:

  • Terapi relaksasi. Tujuan terapi relaksasi ini adalah untuk membantu pasien untuk menenangkan pikiran dan mengendurkan otot tubuh yang menegang sehingga bisa mendorong seseorang untuk tidur. Biasanya teknik relaksasi yang dilakukan berupa latihan pernapasan, latihan untuk memusatkan perhatian dan teknik meditasi.
  • Terapi perilaku kognitif (CBT). Tujuan terapi CBT dilakukan untuk membantu pasien mengatasi kecemasan, stres, dan ketakutan yang sering membuat mereka susah tidur. Selain itu, terapi ini juga bisa membantu pasien untuk membiasakan diri menerapkan kebiasaan tidur yang baik.

Sedangkan pengobatan untuk mengatasi insomnia diantaranya:

  • Melakukan olahraga secara rutin.
  • Hindari konsumsi kafein dan alkohol.
  • Hindari makan malam.
  • Tidur siang sebentar.
  • Menghindari penyebab stres.
  • Perbaiki kebiasaan tidur.

Baca Juga : Menghentikan Kebiasaan Mendengkur Saat Tidur

Komplikasi Insomnia

Berikut beberapa komplikasi insomnia yang mungkin terjadi, diantaranya yaitu:

  • Prestasi dan kinerja akan menurun.
  • Reaksi merespons jadi lebih lambat sehingga berisiko tinggi kecelakaan.
  • Dapat mengembangkan penyakit kejiwaan, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
  • Meningkatkan risiko terkena hipertensi atau penyakit jantung.

Demikian artikel pembahasan tentang gangguan tidur insomnia (sulit tidur) mulai dari jenis, gejala, penyebab, faktor risiko, pengobatan dan komplikasi insomnia. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.