Kostokondritis : Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Kostokondritis

Posted on

Penyakit Kostokondritis – Kostokondritis (costochondritis) adalah peradangan pada persendian kostokondral, yaitu tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada.

Kostokondritis merupakan peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada.

Baca Juga : Kanker Tulang

Penyebab kondisi ini tidak diketahui. Dalam beberapa keadaan, berkembang setelah trauma atau cedera otot. Kostokondritis menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada dada, sakit di lebih dari satu tulang rusuk, atau nyeri yang semakin parah saat menarik napas dalam-dalam atau batuk.

Perawatan kostokondritis termasuk suntikan untuk menghilangkan rasa nyeri, obat-obatan dan terapi.

Kostokondritis bisa terjadi pada anak-anak maupun dewasa. Kondisi ini bisa ringan atau berat bahkan pada beberapa kasus gejala kostokondritis dapat menyerupai nyeri dada akibat serangan jantung.

Kostokondritis sering kali sembuh sendirinya dalam beberapa minggu. Tapi terkadang pengobatan oleh dokter diperlukan, terutama jika gejala semakin memburuk.

Penyebab dan Faktor Risiko Kostokondritis

Belum diketahui secara pasti penyebab kostokondritis. Tapi ada beberapa faktor yang diduga terkait dengan kondisi ini, diantaranya yaitu:

  • Batuk parah yang sampai membuat dada nyeri.
  • Cedera pada dada, misalnya akibat terbentur atau kecelakaan.
  • Olahraga yang berlebihan atau mengangkat beban yang terlalu berat.
  • Infeksi akibat virus, bakteri, maupun jamur. Contohnya, aspergillosis, infeksi saluran pernapasan, sifilis, dan TBC.
  • Penyakit arthritis, seperti osteoarthritis, ankylosing spondylitis, atau rheumatoid arthritis.
  • Tumor jinak maupun kanker.

Tanda dan Gejala Kostokondritis

Gejala kostokondritis adalah sakit di bagian dada yang dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan-lahan. Sakit cenderung dirasakan di tulang dada sebelah kiridengan karakteristik seperti:

  • Dada terasa seperti ditusuk atau ditekan.
  • Sakit terasa di lebih dari satu tulang rusuk.
  • Sakit bisa menyebar ke perut dan punggung.
  • Sakit memburuk ketika bergerak, berbaring, batuk, bersin, atau menarik napas panjang.

Baca Juga : Osteoporosis (Pengeroposan Tulang)

Cara Mendiagnosis Kontokondritis

Untuk dapat mendiagnosis kontokondritis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba area tulang rusuk pasien.

Nyeri yang disebabkan karena kostokondritis mirip dengan nyeri akibat penyakit jantung, paru-paru, atau gangguan pada sendi dan sistem pencernaan. Untuk itu, dokter akan melakukan pemeriksaan EKG, Echo jantung, Rontgen, CT scan, atau MRI, untuk menghilangkan kemungkinan nyeri disebabkan oleh penyakit tersebut.

Pengobatan Kostokondritis

Seringkali, kostokondritis sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, pasien bisa melakukan beberapa langkah sederhana sembari menunggu gejala membaik, seperti:

  • Beristirahat yang cukup.
  • Melakukan latihan peregangan otot dada.
  • Kompres hangat atau dingin pada bagian yang nyeri.

Periksakan diri ke dokter, jika nyeri dada yang dirasakan cukup mengganggu maka dokter dapat meresepkan sejumlah obat, seperti:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), misalnya ibuprofen atau diclofenac.
  • Obat pereda nyeri yang mengandung tramadol.
  • Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline.
  • Obat antikejang, seperti gabapentin.
  • Suntik kortikosteroid ke area yang nyeri.

Selain obat-obatan, dokter juga dapat memberikan terapi transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) pada pasien, tujuannya untuk menghalangi sinyal rasa sakit sehingga tidak sampai ke otak. Jika metode yang dilakukan tidak mampu meredakan nyeri, maka dokter akan menjalankan bedah pengangkatan bagian tulang rusuk yang mengalami peradangan.

Pencegahan Kostokondritis

Karena penyebab kontokondritis tidak diketahui secara pasti maka penyakit ini sulit untuk dicegah. Namun, bisa melakukan pencegahan dengan mencegah beberapa faktor pemicunya, seperti:

  • Mencuci tangan secara rutin.
  • Menghindari orang yang sedang menderita infeksi saluran napas.
  • Mengenakan masker jika sedang di luar ruangan.
  • Tidak melakukan olahraga atau mengangkat beban yang terlalu berat.
  • Mengenakan pakaian pelindung jika sedang berkendara atau melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik hingga menyebabkan benturan.

Baca Juga : Pleuritis (Radang Selaput Dada)

Demikian artikel pembahasan tentang penyakit kontokondritis mulai dari penyebab, gejala, diagnosa, cara mengobati dan mencegah kontokondritis secara lengkap. Semoga bermanfaat