Lesi Otak : Gejala, Penyebab, Diagnosa, Jenis dan Pengobatan Lesi Otak

Posted on

Penyakit Lesi Otak – Lesi adalah area dari jaringan yang rusak karena cedera atau penyakit. Lesi bisa terjadi pada banyak bagian tubuh, misal ketika sikut berbentur maka akan meninggalkan area kulit yang meradang dan memar yang bisa disebut dengan lesi.

Lesi bisa terjadi di otak, lesi otak adalah cedera atau penyakit dalam otak, ada banyak jenis lesi otak mulai dari lesi kecil hingga besar, dari sedikit hingga banyak, dari relatif tidak berbahaya hingga mengancam nyawa.

Baca Juga : Encephalomalacia (Pelunakan Otak)

Tanda dan Gejala Lesi Otak

Gejala lesi otak bervariasi tergantung pada jenis, area dan ukuran lesi. Gejala umum jenis lesi otak diantaranya yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Nyeri leher atau kekakuan pada leher.
  • Mual, muntah dan kurangnya nafsu makan.
  • Perubahan pandangan mata atau sakit mata.
  • Perubahan suasana hati, kepribadian, perilaku, kemampuan mental, dan konsentrasi.
  • Hilangnya ingatan atau kebingungan.
  • Kejang.
  • Demam.
  • Kesulitan bergerak.

Penyebab Lesi Otak

Penyebab lesi tidak diketahui. Lesi otak bisa disebabkan karena cedera, infeksi, paparan bahan kimia tertentu, masalah sistem kekebalan tubuh dan masih banyak banyak lagi.

Cara Mendiagnosa Lesi Otak

Untuk dapat mendiagnosis lesi otak, maka dokter akan melihat gejala. Untuk membantu menentukan lokasi, ukuran, dan karakteristik lesi maka dokter akan melakukan CT Scan dan MRI. Selain itu bisa juga dilakukan pemeriksaan darah dan laboratorium lainnya untuk mencari tanda-tanda infeksi.

Jenis Lesi Otak

Beberapa jenis lesi otak yang sering ditemui, diantaranya yaitu:

Tumor
Tumor adalah gumpalan sel yang tumbuh abnormal dari jaringan normal. Beberapa tumor di otak adalah non-kanker atau jinak dan lainnya kanker. Tumor mungkin mulai di otak, atau mungkin menyebar dari tempat lain dalam tubuh (metastasis). Tumor bisa tumbuh dengan cepat atau tetap stabil.

Abses Otak
Abses otak adalah area infeksi, termasuk nanah dan jaringan yang meradang. Abses tidak sering terjadi, tetapi abses otak mengancam nyawa. Abses otak sering terjadi setelah infeksi, biasanya di daerah terdekat, seperti telinga, sinus, atau infeksi gigi. Abses juga bisa muncul setelah cedera atau pembedahan tengkorak.

Cerebral Palsy
Jenis lesi otak terjadi saat bayi masih dalam rahim ibu. Cerebral palsy tidak berkembang dari waktu ke waktu. Ada periode ketika otak berkembang normal, kemudian mengalami degradasi atau kemunduran dengan cepat. Lesi otak memengaruhi kemampuan anak untuk bergerak, yang juga dapat membuat gangguan komunikasi dan keterampilan anak. Namun, banyak anak-anak pengidap cerebral palsy memiliki fungsi intelektual yang normal.

Baca Juga : Meningitis (Radang Selaput Otak)

Malformasi Arteriovena (AVM)
Malformasi Arteriovena adalah jenis lesi otak yang terjadi selama perkembangan awal kehidupan. Arteri dan vena di otak tumbuh dalam kerumitan dan dihubungkan dengan struktur seperti tabung yang disebut fistula. Arteri yang terbentuk tidak sekuat arteri normal. Vena sering membesar karena aliran konstan darah langsung dari arteri melalui fistula ke vena (seharusnya melalui kapiler terlebih dahulu, pada orang normal). Pembuluh rapuh bisa pecah, bocor darah ke otak. Selain itu, jaringan otak tidak dapat menerima darah yang cukup untuk berfungsi dengan baik. Kerusakan otak dapat menyebabkan kejang sebagai gejala pertama dari AVM.

Infark Serebral
Infark mengacu pada kematian jaringan. Infark serebral atau stroke adalah lesi otak di mana sekelompok sel-sel otak mati ketika tidak mendapatkan cukup darah.

Multiple Sclerosis (MS)
Dengan kondisi ini, maka serangan sistem kekebalan tubuh dan merusak lapisan saraf (myelin) di otak dan sumsum tulang belakang. Lesi ini menyebabkan hambatan impuls pesan yang akan dikirim dan diterima antara otak dan seluruh tubuh.

Pengobatan Lesi Otak

Pengobatan tergantung pada jenis lesi otak. Tujuan pengobatan lesi otak adalah untuk memberikan obat, mengurangi gejala, atau memperbaiki kualitas atau panjang kehidupan. Pendekatan umum untuk mengobati lesi otak diantaranya:

  • “Tunggu dan lihat” jika lesi tidak menyebabkan masalah dan tidak tumbuh, mungkin hanya perlu melakukan pemeriksaan periodik.
  • Operasi pengangkatan lesi, jika mungkin; teknik bedah baru bisa memungkinkan untuk mengambil bagian otak yang bahkan sulit dijangkau lesi.
  • Kemoterapi dan radioterapi, tujuannya untuk lesi kanker atau yang bersifat ganas.
  • Obat untuk melawan infeksi, seperti antibiotik atau obat antimikroba lainnya.
  • Obat untuk menenangkan sistem kekebalan tubuh atau mengubah respons sistem kekebalan tubuh.
  • Obat atau terapi lain untuk meringankan gejala yang berhubungan dengan lesi otak.

Baca Juga : Gegar Otak (Konkusio Otak)

Demikian artikel tentang penyakit lesi otak mulai dari gejala, penyebab, diagnosa, jenis dan pengobatan lesi otak. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.