Mati Rasa : Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Mati Rasa

Posted on

Penyakit Mati Rasa – Mati rasa adalah kondisi di mana bagian tubuh tertentu tidak mampu merasakan rangsangan yang diterima. Orang yang mati rasa tidak bisa merasakan rangsangan sentuhan, getaran, dingin atau panas pada kulit. Orang yang mati rasa juga bisa tidak sadar akan posisi bagian tubuh yang mengalami mati rasa, sehingga keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh terganggu.

Baca Juga : Parestesia (Kesemutan)

Mati rasa merupakan gejala dari gangguan saraf. Kondisi ini bisa muncul disertai dengan sensasi terbakar, kesemutan, atau perasaan tertusuk jarum. Mati rasa bisa terjadi di bagian tubuh manapun, baik simetris (terjadi pada kedua belah tubuh) maupun hanya di salah satu sisi tubuh.

Pada kondisi normal, rangsangan pada kulit akan dialirkan menuju otak dan saraf tulang belakang. Namun, pada orang yang mengalami mati rasa, aliran ini mengalami gangguan.

  • Mati rasa terjadi secara tiba-tiba dan menyebar dengan cepat.
  • Mati rasa di seluruh tungkai atau seluruh lengan.
  • Mati rasa di bagian wajah atau bagian kelamin.
  • Kelemahan otot bagian tubuh yang mengalami mati rasa.
  • Sulit mengontrol buang air kecil atau besar (inkontinensia).
  • Sesak napas.

Penyebab Mati Rasa

Mati rasa bisa disebabkan karena banyak hal, tapi paling sering akibat terlalu lama duduk atau berdiri. Mati rasa yang disebabkan hal tersebut tidak berbahaya dan bisa hilang setelah beberapa saat.

Selain itu, mati rasa juga bisa disebabkan karena penyakit yang menekan jaringan saraf seperti:

  • Carpal tunnel syndrome
  • Hernia nukleus pulposus
  • Tumor tulang belakang
  • Cedera saraf tulang belakang

Selain disebabkan tekanan pada saraf, mati rasa juga dapat timbul karena beberapa kondisi, seperti:

  • Berkurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu, misalnya pada penyakit vaskulitis atau stroke.
  • Infeksi saraf. Kondisi ini banyak ditemukan pada penderita penyakit kusta atau penyakit lyme.
  • Kelainan genetik, contohnya pada penyakit ataksia friedrich.
  • Kelainan metabolisme tubuh, seperti akibat penyakit diabetes, kekurangan vitamin B12.
  • Radang pada jaringan saraf, seperti pada sindrom Guillain-Barre atau multiple sclerosis.
  • Penyakit lain yang menyerang saraf, seperti amiloidosis, sindrom paraneoplastik, sindrom sjogren, sifilis, atau penyakit Charcot-marie-tooth.

Cara Mendiagnosis Mati Rasa

Untuk mengetahui penyebab mati rasa, dokter akan melakukan pemeriksaan, terutama pemeriksaan fungsi saraf yaitu dengan:

  • Pemeriksaan rangsangan suhu.
  • Pemeriksaan rangsangan sentuhan.
  • Pemeriksaan refleks bagian tubuh yang mati rasa.
  • Pemeriksaan fungsi otot di bagian tubuh yang mati rasa.

Baca Juga : Tremor

Selain itu, dokter akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah.
  • Pungsi lumbal, tujuannya untuk analisis cairan otak dan saraf tulang belakang.
  • Elektromiografi, tujuannya untuk menilai aktivitas listrik dalam otot.
  • Pemindaian seperti foto Rontgen, USG, CT Scan, atau MRI.

Pengobatan Mati Rasa

Fokus pengobatan mati rasa adalah pada penyebabnya, sehingga metode pengobatannya berbeda-beda pada tiap pasien. Misalnya minum obat diabetes untuk mengontrol gula darah apabila mati rasa disebabkan oleh penyakit diabetes. Selain untuk menyembuhkan, upaya penanganan mati rasa juga dilakukan untuk mencegah kerusakan saraf yang lebih lanjut.

Komplikasi Mati Rasa

Penderita mati rasa akan mengalami penurunan kemampuan merasakan rangsangan, terutama rangsangan suhu, sentuhan dan juga nyeri. Karena itu penderita lebih mudah mengalami cedera, seperti luka bakar atau luka iris. Lebih parahnya, terkadang penderita mati rasa tidak sadar bahwa dirinya mengalami luka. Untuk itu, penderita harus rutin memeriksa bagian tubuhnya agar segala bentuk cedera bisa diketahui dan segera ditangani.

Baca Juga : Tendinitis

Demikian pembahasan tentang penyakit mati rasa. Semoga bermanfaat