Meningioma : Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Meningioma

Posted on

Penyakit Meningioma – Meningioma adalah tumor nonkanker biasanya yang timbul dari membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Baca Juga : Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningioma adalah tumor yang terbentuk di meninges, yaitu selaput pelindung otak dan tulang belakang. Biasanya tumor meningoma ini terjadi di otak, tapi juga bisa tumbuh di tulang belakang.

Gejala meningoma bisa berupa perubahan penglihatan, sakit kepala, gangguan pendengaran, dan kejang.

Meningioma kecil dan tumbuh perlahan yang tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala mungkin tidak membutuhkan penanganan. Jika diperlukan, penanganannya mungkin melibatkan operasi atau radiasi.

Umumnya meningioma tergolong tumor jinak yang berkembang sangat lambat, bahkan tidak menunjukkan gejala hingga bertahun-tahun. Namun pada beberapa kasus, dampak meningioma pada jaringan otak, saraf dan pembuluh darah, bisa menyebabkan kecacatan yang serius.

Penyebab dan Faktor Risiko Meningioma

Sampai saat ini, penyebab meningoma belum diketahui penyebabnya. Akan tetapi, ada beberapa faktor dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami meningioma, diantaranya yaitu:

  • Obesitas. Meski banyak penderita meningioma juga mengalami obesitas, belum diketahui pasti apa kaitan antara dua penyakit tersebut.
  • Radioterapi. Risiko terserang meningioma meningkat pada individu yang pernah menjalani radioterapi di kepala.
  • Wanita. Umumnya, meningioma menyerang wanita. Hal ini diduga terkait dengan hormon pada wanita.
  • Penderita neurofibromatosis tipe 2, yaitu kelainan genetik yang mengakibatkan pertumbuhan tumor di berbagai jaringan saraf.

Tanda dan Gejala Meningioma

Gejala meningioma yang muncul pada penderita tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Mungkin awalnya, gejala meningioma tidak terlihat atau bisa juga muncul secara bertahap, seperti:

  • Sakit kepala yang semakin lama semakin memburuk.
  • Tinnitus.
  • Mual dan muntah.
  • Pandangan kabur atau berbayang.
  • Gangguan pada indera penciuman.
  • Gangguan ingatan.
  • Gangguan dalam bicara.
  • Hilang pendengaran.
  • Perubahan perilaku.
  • Kejang.
  • Kelemahan anggota tubuh.

Baca Juga : Gegar Otak (Konkusio Otak)

Cara Mendiagnosis Meningioma

Untuk dapat mendiagnosis meningoma, dokter akan menjalankan prosedur pencitraan otak dengan CT scan atau MRI, tujuannya untuk mengetahui posisi dan ukuran tumor. Apabila ada keraguan apakah tumor jinak atau ganas, dokter bedah saraf akan mengambil sebagian atau seluruh tumor untuk dianalisa (biopsi).

Cara Mengobati Meningioma

Jika gejala yang dialami semakin memburuk, dokter akan menyarankan tindakan pembedahan untuk membuang tumor. Tapi pada kasus tertentu, misalnya jika tumor tumbuh di dekat struktur tipis pada otak atau tulang belakang, tumor mungkin tidak bisa dibuang seluruhnya. Dokter hanya akan membuang tumor yang masih mungkin untuk dibuang.

Setelah menjalani pembedahan, pasien akan menjalani prosedur yang tergantung pada sejumlah faktor, diantaranya seperti:

  • Apabila tidak terlihat sisa tumor, pasien hanya akan menjalani pemeriksaan secara berkala dan tidak menjalani pengobatan lanjutan.
  • Apabila ada tumor yang tersisa tapi tergolong jinak, dokter akan menyarankan pemeriksaan Pada beberapa kasus, pasien akan menjalani radioterapi untuk mengatasi tumor yang tersisa.
  • Apabila tumor yang tersisa termasuk tumor ganas, pasien akan menjalani radioterapi.

Perlu diketahui, pembedahan bisa berisiko menyebabkan infeksi dan pendarahan. Risiko yang muncul tergantung pada lokasi tumor berada. Misalnya pada kasus pembedahan untuk membuang meningioma di sekitar saraf optik, risiko yang mungkin terjadi adalah hilangnya penglihatan. Konsultasikan dengan dokter tentang risiko yang mungkin terjadi apabila menjalani prosedur pembedahan.

Dokter juga bisa menyarankan prosedur embolisasi endovaskular, yaitu prosedur yang bertujuan menghentikan aliran darah ke meningioma agar ukurannya menyusut. Dokter akan memasukkan kateter ke pembuluh darah yang mensuplai meningioma, lalu memasukkan lilitan untuk menghalangi aliran darah ke tumor. Pasien juga bisa menjalani terapi untuk mengurangi hormon estrogen yang diperlukan tumor untuk tumbuh. Selain radioterapi, kemoterapi juga dapat dilakukan pada pasien yang tidak membaik dengan prosedur bedah dan radioterapi.

Komplikasi Meningioma

Meningioma dan proses pengobatannya yang melibatkan bedah dan radioterapi bisa menyebabkan berbagai komplikasi seperti kesulitan konsentrasi, kejang, hilang ingatan dan perubahan kepribadian.

Baca Juga : Gejala Penyebab Tumor Otak

Demikian artikel pembahasan tentang penyakit menginioma mulai dari penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosa, pengobatan dan komplikasi meningioma. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya