Muntah : Penyebab, Pengobatan dan Cara Mencegah Muntah

Posted on

Muntah – Muntah adalah kondisi ketika isi lambung keluar secara paksa melalui mulut. Berbeda dari regurgitasi (keluarnya isi lambung tanpa kontraksi), muntah disertai kontraksi pada lambung dan otot perut.

Baca Juga : Muntah Darah (Hematemesis)

Penyebab Muntah

Muntah biasa disebabkan oleh beragam kondisi. Konsumsi minuman beralkohol atau makan terlalu banyak, dapat menyebabkan muntah. Namun demikian, hal tersebut bukan merupakan kondisi yang perlu dikhawatirkan. Beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan muntah diantaranya yaitu:

  • Sakit maag
  • Mabuk perjalanan
  • Keracunan makanan
  • Sakit kepala atau migrain
  • Mual pada awal masa kehamilan (morning sickness)
  • Apendisitis (radang usus buntu)
  • Obstruksi usus akibat hernia atau batu empedu
  • Batu ginjal
  • Efek samping antibiotik, obat bius, atau kemoterapi
  • Hiperglikemia (gula darah tinggi)
  • Hipoglikemia (gula darah rendah)
  • Infeksi bakteri atau virus pada saluran pencernaan
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi telinga dalam, seperti labirinitis
  • Meningitis.

Apabila seseorang muntah secara berulang dan tidak terkait kondisi di atas, maka bisa diduga dia mengalami sindrom muntah siklik. Sindrom muntah siklik adalah kondisi yang umumnya terjadi pada anak-anak usia sekitar 5 tahun. Kondisi ini ditandai muntah hingga lebih dari 10 hari dan sudah disertai dengan keluhan lemas. Segera cari pertolongan medis jika ada kondisi diantaranya yaitu:

  • Muntah berlangsung lebih dari dua hari dan tidak membaik.
  • Muntah darah (hematemesis), terutama bila darah berwarna gelap.
  • Nyeri dada, yang bisa menjadi tanda serangan jantung.
  • Muncul tanda dehidrasi, seperti pusing atau sakit kepala.
  • Berat badan turun karena muntah terus-menerus.
  • Menderita diabetes.

Cara Mendiagnosis Muntah

Muntah adalah gejala bahwa seseorang sedang mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diagnosis yang dilakukan adalah untuk mengetahui kondisi medis yang mendasari muntah. Langkah ini akan membantu dokter menentukan metode pengobatan yang tepat bagi pasien.

Pada kasus muntah darah, dokter akan terlebih dulu menstabilkan kondisi pasien, sebelum mendiagnosis penyebab yang mendasarinya.

Cara Mengobati Muntah

Pengobatan muntah dilakukan berdasarkan pada penyebab yang mendasarinya. Jika muntah hanya terjadi sekali, maka pengobatan tidak diperlukan. Walaupun begitu, pasien harus banyak minum cairan elektrolit untuk mengganti cairan dan nutrisi yang hilang. Hal lain yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan muntah diantaranya:

  • Konsumsi obat antiemetik atau antimuntah (misalnya domperidone) untuk mengurangi frekuensi muntah.
  • Konsumsi makanan yang lunak dan mudah dicerna, seperti biskuit.
  • Makan atau minum sedikit demi sedikit, untuk menghindari muntah.
  • Hindari obat yang dapat memicu sakit maag, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan kortikosteroid.

Baca Juga : Muntaber (Muntah Berak)

Cara Mencegah Muntah

Pemicu dan penyebab muntah berbeda sehingga pencegahan yang dilakukan juga berbeda-beda yaitu tergantung pada kondisi yang menyebabkan terjadinya muntah. Berikut beberapa langkah pencegahan muntah yang dapat dilakukan, diantaranya yaitu:

  • Konsumsi obat antimabuk sebelum melakukan perjalanan, misalnya dimenhydrinate.
  • Konsumsi sari jahe atau minuman manis, seperti sari buah.
  • Hindari minuman asam, seperti orange juice.
  • Hindari minuman beralkohol.
  • Hindari makanan pedas.
  • Jangan makan terlalu banyak.
  • Jaga kebersihan tubuh, seperti rutin mencuci tangan.
  • Jangan langsung berolahraga setelah makan.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Istirahat yang cukup.

Komplikasi Muntah

Muntah tidak hanya mengeluarkan makanan dari lambung, tapi juga cairan. Akibatnya, apabila muntah berlangsung terus-menerus, penderita akan mengalami dehidrasi dan malnutrisi. Gejala yang muncul jika tubuh kekurangan cairan dan nutrisi adalah lemas dan sakit kepala. Jika kondisi ini terjadi, penderita harus segera mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga : Gastritis (Radang Lambung)

Demikian artikel pembahasan tentang muntah mulai dari penyebab, diagnosa, mengobati, mencegah dan komplikasi muntah, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.