Kanker Payudara: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Kanker Payudara

Jenis, Gejala,Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Kanker Payudara – Kanker payudara atau Carcinoma mammae adalah suatu kanker yang terbentuk di sel-sel payudara. Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Tumor ganas merupakan kumpulan sel kanker yang berkembang secara cepat ke jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Penyakit ini terjadi hampir selalu pada wanita tapi bisa terjadi juga pada pria.

Kanker payudara adalah kondisi ketika sel kanker terbentuk di jaringan payudara. Kanker bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus), atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara.

Kanker payudara terbentuk saat sel-sel di dalam payudara tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Umumnya sel tersebut membentuk tumor yang terasa seperti benjolan.

Jenis-Jenis Kanker Payudara

Berikut beberapa jenis kanker payudara yang umum terjadi diantaranya yaitu:

  • Ductal carcinoma in situ, yaitu kanker yang tumbuh di duktus, dan tidak menyebar ke jaringan sekitarnya. Jenis kanker ini termasuk kanker stadium awal dan mudah diobati. Walaupun begitu, kanker ini bisa menyebar ke jaringan sekitarnya jika tidak segera ditangani.
  • Lobular carcinoma in situ, yaitu kanker yang tumbuh di lobulus. Sama seperti ductal carcinoma in situ, kanker ini tidak menyebar ke jaringan sekitarnya.
  • Invasive ductal carcinoma, yaitu jenis kanker yang tumbuh di duktus dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya, bahkan bisa menyebar ke area tubuh yang lain. Jenis kanker ini terjadi pada 70-80% kasus kanker payudara.
  • Invasive lobular carcinoma, yaitu kanker yang tumbuh di lobulus dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya. Kanker ini terjadi pada 10% kasus kanker payudara.

Sedangkan jenis kanker payudara yang jarang terjadi adalah

  • Angiosarcoma, yaitu jenis kanker yang tumbuh di pembuluh darah dan saluran getah bening di payudara.
  • Penyakit Paget, yaitu kanker yang tumbuh di puting payudara, lalu meluas ke area hitam di sekitar puting (areola).
  • Tumor phyllodes, yaitu jenis kanker yang jarang ini tumbuh di jaringan ikat payudara yang disebut stroma.
  • Inflammatory breast cancer, yaitu jenis kanker payudara yang jarang, tapi berkembang cepat dan menyumbat saluran getah bening, sehingga membuat payudara tampak meradang seperti infeksi.
  • Triple negative breast cancer, yaitu jenis kanker yang menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan keberadaan reseptor hormon estrogen (ER), reseptor hormon progesterone (PR), dan reseptor protein HER-2 pada jaringan kanker, yang biasanya positif pada kanker payudara.

Gejala dan Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara seringkali sulit terdeteksi di tahap awal karena ukurannya yang kecil. Benjolan baru bisa teraba jika ukurannya cukup besar. Meski begitu, tidak semua benjolan di payudara berarti kanker.Untuk itu, pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan apakah benjolan tersebut kanker atau bukan.

Belum diketahui apa yang menyebabkan sel kanker tumbuh di payudara. Tetapi ada sejumlah faktor yang bisa membuat seseorang berisiko terkena penyakit kanker ini. Misalnya mengalami menstruasi pada usia yang terlalu muda atau terlalu tua, dan memiliki anggota keluarga yang juga menderita kanker payudara.

Cara Mengobati dan Mencegah Kanker Payudara

Kanker payudara bisa diobati dengan beberapa cara, tergantung kondisi penderita dan jenis kanker payudara tersebut. Adapun upaya pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker payudara diantaranya yaitu:

  • Terapi radiasi
  • Terapi hormon
  • Kemoterapi
  • Prosedur bedah

Pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara secara mandiri atau pemeriksaan oleh petugas medis. Pemeriksaan harus dilakukan secara rutin jika berisiko terserang kanker payudara. Selain itu, disarankan berolahraga secara rutin dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.

Demikian pembahasan tentang “Kanker Payudara: Jenis, Gejala,Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Kanker Payudara“, semoga bermanfaat.

[su_spoiler title=”Baca Juga” open=”yes” style=”simple” icon=”arrow”]

[/su_spoiler]

22 Ciri Ciri Kanker Payudara dan Cara Deteksi Sejak Dini

Ciri Ciri Kanker Payudara dan Cara Deteksi Sejak Dini – Kanker payudara terjadi ketika ada pertumbuhan sel abnormal yang cepat pada payudara, bermula dari sistem saluran kelenjar susu yang kemudian tumbuh menyusup ke bagian lain melalui pembuluh darah dan getah bening hingga menyerang ke seluruh bagian tubuh (metastasis).

Penyakit ini umumnya ditandai dengan adanya benjolan pada payudara anda. Akan tetapi jangan keburu khawatir jika ditemukan benjolan pada payudara, karena tidak semuanya berarti kanker dan kebanyakan bersifat jinak (tumor). Namun demikian, jika ditemukan benjolan pada payudara sebaiknya tetap waspada dan secepatnya dipastikan apakah benjolan tersebut bersifat jinak (tumor) atau kanker. Semakin cepat kanker terdiagnosis, keberhasilan pengobatan akan semakin besar.

Oleh sebab itu, penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan dini kanker payudara dengan tujuan mendeteksi kanker sedini mungkin agar lebih mudah ditangani. Diperkirakan 95% wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Deteksi dini dilakukan sebelum munculnya tanda atau gejala yang mencurigakan adanya kanker payudara.

Banyak dokter merekomendasikan kepada wanita untuk melakukan pemeriksaan dini kanker payudara melalui SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) sebulan sekali sejak usia 20 tahun, secara rutin.

SADARI dapat membantu memeriksa kondisi payudara apakah terdapat benjolan atau perubahan lainnya yang dapat menjadi tanda terjadinya tumor atau kanker payudara yang membutuhkan perhatian medis. SADARI sebaiknya dilakukan 1 minggu setelah periode menstruasi dimulai, yakni ketika payudara sedang mengendur dan terasa lebih lunak.

Ketika mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur atau telah mengalami menopause atau pengangkatan rahim, SADARI sebaiknya dilakukan pada tanggal yang sama tiap bulannya. Sementara untuk ibu menyusui, SADARI dapat dilakukan setelah menyusui atau memompa ASI.

Cara Mendeteksi Dini Kanker Payudara

Beberapa langkah penting untuk melakukan SADARI, yaitu :

1. Pengamatan pada cermin
Berdiri di depan cermin dengan bahu lurus dan tangan diletakkan di pinggul. Amati ukuran, bentuk dan warna payudara, serta perhatikan apakah ada perubahan yang mudah terlihat atau pembengkakan.

2. Perabaan pada posisi berdiri
Angkat lengan kanan ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan perabaan pada payudara sebelah kanan. Lakukan langkah sebaliknya untuk melakukan perabaan pada payudara sebelah kiri.

3. Perabaan pada posisi berbaring
Berbaring di atas permukaan yang keras. Untuk melakukan perabaan payudara sebelah kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan dan letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam.

Mulailah dari bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya hingga ke posisi jam 12. Kemudian, pindahkan jari-jari sekitar 2 cm mendekati puting, teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga semua bagian payudara, termasuk puting selesai diraba. Lakukan hal yang sama untuk payudara sebelah kiri.

Perlu diperhatikan untuk melakukan SADARI yang benar, gunakan buku jari dari ketiga jari tengah, bukan ujung jari. Dianjurkan mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari disertai dengan sedikit penekanan, namun hati-hati karena tekanan yang berlebihan menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan.

Sebagian perubahan yang dapat ditemukan, yaitu : kondisi payudara serta puting susu menebal, bengkak, nyeri dan kemerahan; puting susu yang membalik ke arah dalam, serta mengeluarkan cairan kehijauan atau darah; dan adanya benjolan. Jika ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara saat melakukan SADARI yanng membuat khawatir, segera konsultasikan ke dokter.

SADARI merupakan tindakan penting, karena hampir 85% benjolan pada payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Selain itu juga, SADARI merupakan cara mengetahui dini kanker payudara yang paling sederhana dan murah. Oleh sebab itu, lakukan SADARI secara rutin dilengkapi dengan clinical breast examination (pemeriksaan payudara oleh dokter), mamografi (bagi wanita dengan usia > 40 tahun), serta MRI dan USG mammae jika ditemukan hasil pemeriksaan abnormal.

Ciri-Ciri Kanker Payudara

Memiliki resiko atau tidak, tentu tidak ada salahnya jika kita mengenali ciri-ciri kanker payudara sejak awal. Dengan mengetahui sejak dini kita akan lebih mudah menghambat pertumbuhan sel kanker tersebut. Berikut ini ciri-ciri kanker payudara stadium awal:

  1.  Ada benjolan disekitar payudara.
    Salah satu tandaawal adanya riwayat kanker payuadara adalah adanya benjolan didalam payudara. Benjolan tersebut tidak terasa sakit. Meskipun begitu tidak semua benjolan yang ada disekitar payudara merupakan adanya sel akanker yang tumbuh. Benjolan tersebut dapat diraba sendiri dengan melakukan pemeriksaan diruman.
  2. 2Warna kulit payudara berubah.
    Perubahan warn akulit payudara disertai juga dnegan adanya infeksi. Pada umumnya kulit akan berubah menjadi kemerahan, seprti terjadi iritasi, kan kulit terada lebih kasar dan keriput, permukaan kulit bagian yang terdapat sel kanker tampak berlekuk seperti lesung pipi dan mengalami penebalan kulit.
  3. Puting terasa sakit.
    Ciri lain dari kanker payudara stadium awal yaitu puting terasa nyeri dan ditandai jug adengan keluar cairan tidak normal dari puting dan puting mendesak kedalam.
  4. Munculnya benjolan pada ketiak
    Meskipun disebut dengan kanker payudara, sel kanker juga dapat muncul disekitar ketiak. Jaringan sel kanker menyebar meluas hingga bagian bawah ketiak. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening dibawah ketiak.
  5. Perubahan bentuk payudara.
    Tanda umum terdeteksi adanya kanker payudara adalah perubahan pada bentuk ukuran dan bentuk payudara. Ukuran payudara menjdai lebih kecil dari ukuran normal dan bentuk payudara menjadli tengkulai ke bawah.
  6. Payudara terasa panas dan gatal.
    Rasa panas yang disertai dengan rasa gatal pada payudara adalah gejala dari mastitis atau tanda adanya peradangan akibat kanker.
  7. Nyeri tulang
  8. Mual
  9. Kehilangan selera makan
  10. Penurunan berat badan
  11. Sakit kuning—kulit dan area putih mata menjadi kekuningan serta warna urin berubah jadi kuning keruh
  12. Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)
  13. Sesak napas
  14. Batuk
  15. Sakit kepala
  16. Penglihatan jadi kabur atau menjadi ganda
  17. Kelemahan otot
  18. Perubahan tekstur atau pembesaran pori-pori kulit
  19. Batuk atau suara serak yang tidak sembuh-sembuh
  20. Perubahan dalam kandung kemih atau usus
  21. Perubahan berat badan
  22. Nyeri punggung di bagian atas

Meskipun ciri-ciri diatas mirip dnegan apa yang anda alami, sebaiknya jangan terlalu menyimpulkan sendiri bahwa anda mengidap kanker payudara. Untuk memastikannya, baiknya anda konsultasikan masalah anda kepusat pelayanan kesehatan.  Terimakasih Semoga bermanfaat.

[su_spoiler title=”Baca Juga” open=”yes” style=”simple” icon=”arrow”]

[/su_spoiler]