Tenesmus : Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Tenesmus

Penyakit Tenesmus – Tenesmus adalah perasaan buang air yang belum tuntas. Perasaan ini seperti sensasi sulit buang air besar tapi sebenarnya sudah buag air besar. Seringkali, tenesmus tidak terlihat pada anak yang usianya lebih muda karena umumnya mereka belum dapat menggambarkan keluhan tersebut.

Baca Juga : Hematochezia (BAB Berdarah)

Tanda dan Gejala Tenesmus

Umumnya, gejala tenesmus diantaranya yaitu:

  • Nyeri perut.
  • Darah dalam di tinja.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Panas dingin.

Penyebab Tenesmus

Penyebab tenesmus diantaranya yaitu:

Radang Usus Besar

Beberapa penyakit radang usus besar (Inflammatory Bowel Disease/ IBD) dapat menyebabkan tenesmus. IBD menyebabkan peradangan jangka panjang di semua atau sebagian saluran gastrointestinal (GI) atau saluran pencernaan. Jenis Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang paling umum adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa menyebabkan ulkus (semacam sariawan atau luka di mukosa) di saluran pencernaan. Ulkus menyebabkan jaringan parut di sepanjang dinding organ pencernaan. Jaringan parut bisa membuat lebih sulit bagi usus untuk mendorong tinja secara normal. Apabila menderita penyakit Crohn, ulserasi bisa menyebar ke seluruh saluran pencernaan. Dalam kasus kolitis ulserativa, ulkus hanya ditemukan di kolon dan rektum.

Penyebab IBD tidak diketahui tapi diduga genetika maupun sistem kekebalan tubuh ikut berperan. Dokter percaya bahwa saluran pencernaan mungkin menjadi meradang dalam proses sistem kekebalan tubuh melawan organisme yang menyerang.

Konstipasi

Gangguan gerakan atau motilitas saluran pencernaan bisa menyebabkan masalah saat tinja berusaha lewat. Gangguan tersebut bisa memengaruhi kemampuan sistem usus untuk menggerakkan tinja. Beberapa gangguan motilitas yang paling umum adalah sembelit dan diare.

Konstipasi/sembelit adalah masalah yang terjadi jika ada kesulitan saat buang air besar. Kondisi itu juga bisa menyebabkan kurang buang air besar. Konstipasi dapat menyebabkan gerakan usus melambat dan jarang terjadi. Penyebab konstipasi yang mungkin terjadi diantaranya:

Diare

Diare adalah kondisi buang air besar yang sering dalam bentuk cair. Ada banyak gangguan dan penyakit yang bisa menyebabkan diare, diantaranya:

  • Infeksi virus.
  • Keracunan makanan.
  • Overdosis obat.

Baca Juga : Melena (Feses Hitam)

Perawatan Tenesmus

Metode pencegahan tenesmus yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

Diet serat tinggi. Mengkonsumsi makanan yang tinggi serat adalah salah satu cara terbaik untuk meringankan tenesmus. Setidaknya, makan 20 gram serat setiap hari akan membuat tinja lebih lembut dan tinja bertambah banyak tapi mudah lewat saluran pencernaan. Jika menderita ulkus atau jaringan parut di saluran pencernaan, maka harus bisa membentuk tinja dengan lebih lembut sehingga bisa melewati saluran cerna dengan lebih mudah dan sedikit rasa sakit.

Minum air. Minum cukup air penting dalam memastikan tinja juga lembut.

Aktivitas fisik. Aktivitas fisik merangsang gerakan di usus, aktivitas fisik yang bisa dilakukan adalah berolahraga secara teratur bisa membantu meredakan tenesmus dengan membantu usus mendorong tinja melalui saluran pencernaan.

Pengobatan tenesmus yang dilakukan tergantung pada penyebab tenesmus, berikut cara mengobati tenesmus diantaranya yaitu:

Penyakit radang usus (IBD)

Pengobatan IBD ditujukan untuk menghentikan peradangan yang menyebabkan gejala. Berikut obat yang mungkin diresepkan diantaranya yaitu:

  • Obat anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan.
  • Obat yang menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  • Antibiotik diresepkan untuk membantu membunuh bakteri di usus.

Gangguan motilitas

Apabila diare menyebabkan tenesmus, dokter mungkin merawat kondisi dengan antibiotik karena efektif dalam melawan bakteri dan parasit. Sedangkan jika virus penyebab diare, antibiotik tidak akan efektif. Dokter mungkin akan mengeluarkan obat tertentu yang menyebabkan diare.

Apabila sembelit menyebabkan tenesmus, obat pencahar dan obat-obatan yang membantu menambahkan air ke tinja seperti laktulosa bisa digunakan. Pada kasus yang lebih parah, dokter mungkin memecah feses yang dipadatkan secara manual. Biasanya dokter akan melakukannya dengan memecah tinja menggunakan jari.

Lakukan gaya hidup sehat seperti olahraga yang cukup dan konsumsi buah dan sayur setiap hari. Jangan lupa minum cukup air setidaknya 8 gelas setiap hari. Tidur yang cukup juga akan membantu usus dalam melakukan tugasnya dengan benar.

Baca Juga : Disentri

Demikian artikel pembahasan tentang penyakit tenesmus mulai dari pengertian, gejala, penyebab, pencegahan dan pengobatan tenesmus. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.